COMPANI PROFILE PROSPEK GAHARU GALERY KEGIATAN HUBUNGI KAMI

Rabu, 30 November 2011

Kebutuhan Gaharu Dunia 4 Ribu Ton Pertahun


 Pontianak.
Permintaan dunia khususnya gaharu mencapai 4000 pertahun namun hanya memenuhi kuota  setengah kebutuhan dunia.sehingga masyarakat dianjurkan terus menanam gaharu jangan ragu untuk melakukan budi daya pohon gaharu sebagai salah satu tamanan yang berpotensi mengangkat perekonomian masyarakat.

Jadi kita memberikan informasi kepada masyakat jangan ragu-ragu meraih kesempatan ini karena selagi saudara kita yang menganut keagamaan hindu,budha,komhuccu dan wanita masih ingin cantik jangan kawatir gaharu tetap laku ,”ungkap dirjen PHK kemenhut yang di lansir Media TVRI belum lama ini di Jakarta.

Sementara itu,Edi Saptono ketua ASPEGINDO ( Asosiasi Petani Gaharu Indonesia )Bangka Blitung yang juga petani budidaya gaharu pertama yang menikmati hasil gaharu melalui budi daya gaharu ini mengatakan,Pasaran Gaharu Belum bisa memenuhi kebutuhan Dunia,padahal permintaan cukup tinggi ,”jelasnya.

 Dari hasil pengalamannya yang telah melakukan budidaya gaharu semenjak beberapa tahun yang lalu,pohon gaharu ini sangat unik ,sebab disamping harganya selangit juga tidak memerlukan perawatan khusus seperti tanaman lainnya ,karena tumbuhnya mudah dan hasilnya menjanjikan,Cuma terkadang petani yang ingin membudidayakan memang tetap mendapat kendala di persoalan  Biaya inokulasi dan pemanenan menjadi persoalan bagi masyarakat kelak karena memerlukan biaya yang sangat tinggi ,untuk mengatasi persoalan ini petani bisa bermitra  kepihak ketiga dengan sistim bagi hasil,” jelasnnya.
 
Berkaitan dengan hal yang disampaikan ketua Aspegindo , Yayan Yanuri selaku Manager Area Kalbar ,PT. SBS GAHARU mengatakan, khususnya diwilayah kalbar PT. SBS GAHARU telah memberikan solusi kepetani saling menguntungkan yang di kuatkan dengan legalitas hukum certifikat dan akte notaris sehingga  dianggap  kemitraan ini  mementingkan peningkatan ekonomi  petani.  Dengan pola kemitraan ini, dimana Inokulasi / Penyuntikan petani tidak lagi mengeluarkan biaya atau gratis dimana bagi hasil saat panen adalah 35% (PT.SBS) dan 65% (Petani),”ungkap Yayan.

Sebenarnya budi daya gaharu ini simple tidak terlalu memilih lahan ,tanam saja dimana tumbuh ,disela-sela pohon sistim tumpang sari juga bisa ,kemudian di sekitar pekarangan juga bisa ,jadi kita yakin dengan hati petani akan lebih baik ,kesejahteraan akan lebih baik  tergantung kemauan masyarakat itu sendiri,” tandas Yayan.


.





1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus