COMPANI PROFILE PROSPEK GAHARU GALERY KEGIATAN HUBUNGI KAMI

Kamis, 01 Desember 2011

SBS, Jadikan Kalbar Gerbang Gaharu


Jumat, 4 November 2011 09:57 Mujidi
Membantu pemerintah untuk penanaman pohon serta bertekad untuk mewujudkan Kalbar sebagai gerbang gaharu menjadi semangat PT. SBS untuk mengembangkan pohon gaharu di ‘Bumi Borneo Barat’.
Beragam cara ditempuh PT. SBS dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat, termasuk menyosialisasikan kepada masyarakat di Desa Goa Boma, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Rabu (2/1).
Sosialisasi dipusatkan di sebuah gereja dengan melibatkan lebih kurang lima puluh warga setempat. Menariknya, sosialisasi tersebut difasilitasi kepada Desa Goa Boma yang secara langsung menyatakan ketertarikannya untuk membudidayakan pohon gaharu.
Manajer areal Kalimantan Barat, Yanuri mengatakan gaharu merupakan tanaman yang dilindungi dunia internasional. Gaharu juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta memiliki daya jual miliaran rupiah. Gaharu dipergunakan di negara manapun untuk berbagai macam kebutuhan. Permintaan gaharu semakin tinggi dan itu merupakan peluang bagi masyarakat untuk mulai mengembangkan tumbuhan yang mulai langka ini.
"Sebelum tahun 2004, Kalimantan Barat menjadi pemasok gaharu terbesar untuk sejumlah negara dan angkanya mencapai 65 persen. Karena itu, kita mencanangkan untuk mengembalikan Kalimantan Barat sebagai pintu gerbang gaharu Indonesia," jelas Yanuri.
Sementara itu, Kepala Desa Goa Boma, Brahman Asim, berharap warganya mau membudidayakan tanaman gaharu. Selain untuk menyukseskan program pemerintah, penanaman gaharu juga sebagai investasi masa depan bagi warga untuk memperbaiki perekonomian masyarakat itu sendiri.
"Karena kita merekomendasikan kepada masyarakat untuk menanam gaharu. Yang mau menanam silahkan untuk mendaftar dan datang langsung ke kantor kepala desa,” jelas Asim.
Sosialisasi gaharu disambut baik warga dengan berbagai pertanyaan yang diajukan ke pihak pengusaha. Mulai dari bagaimana mendapatkan tanaman, perawatan, hingga pada hambatan penanaman gaharu itu sendiri. Pertemuan yang dimulai sekitar pukul dua siang itu berlangsung hangat dan berakhir sekitar pukul empat sore.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar