COMPANI PROFILE PROSPEK GAHARU GALERY KEGIATAN HUBUNGI KAMI

Senin, 23 Januari 2012

INOKULASI DI PAHAUMAN OLEH TEAM SBS GAHARU


















                                         







Sosialisasi budidaya gaharu di kantor Monterado



Acara pembekalan Konsultan dan PPL beserta Perwakilan PT.SBS







Kamis, 19 Januari 2012

Team SBS Yogjakarta,Fatkhan Rofik sedang audensi Bersama Dandim Kota yogjakarta dan,Wakadir Pampras Polda Yogjakarta

Penyerahan Bibit Gaharu kepada bpk Idham Samawi(mantan Bupati Bantul)oleh Konsultan SBS Fatkhan Rofik di dampingi Presdir PT.SBS Gaharu sebagai tanda kemitraan

Inokulasi
foto bersama:  usai sosialisasi budidaya gaharu di Tebas kab.Sambas

foto sosialisasi budi daya gaharu di kantor camat Ngabang kab.Landak
Fhoto,penyerahan bibit  kemitraan antara Pihak sbs gaharu dengan kadishut Landak Vinsensius

Fhoto acara ulang tahun

Ramah tamah dengan camat landak Julimus.



Fhoto, Ulang tahun pimpinan SBS gaharu

Tanya jawab seputar Budidaya gaharu

Usai sosialisasi Budidaya gaharu

Fhoto Bersama Team SBS gaharu,dengan Bupati Bengkayang Suryatmand Gidot Spd beserta Istri

Minggu, 08 Januari 2012

Bisa Ditanam Disela-sela Pohon Jeruk Gaharu Pohon Potensial Meningkatkan Ekonomi


Pontianak.Post Online.
Jum'at, 06 Januari 2012 , 10:26:00
Zulkarnain Fauzie

Tebas.
Pohon gaharu yang dulunya hanya tumbuh di hutan-hutan, kini mulai dibudidayakan. Masyarakat diajak untuk menanam pohon gaharu tersebut guna meningkatkan perekonomian masyarakat.  MASYARAKAT Kecamatan Tebas diberikan pemahaman soal penanaman jeruk. Sosialisasi ini disampaikan Perusahaan Sinergi Bumi Sentosa, beberapa hari lalu. Masyarakat sangat antusias.Apalagi, tanaman jeruk petani mulai “ditinggalkan” karena terserang penyakit dan menggantinya dengan tanaman sawit.“Lebih baik menanam gaharu. Umur lima tahun sudah bisa dinikmati. Biaya perawatannya pun sangat murah. Apalagi, gaharu merupakan jenis pohon hutan dan bisa hidup dimana saja ketika ditanam,” kata Yayan Yanuri, dari SBS memberikan pemaparannya.

Menurut Yayan, pohon gaharu  jenis aquillariamalacensiss ini yang akan dibudidayakan masyarakat merupakan jenis yang mulai langka dan banyak dibutuhkan oleh seluruh negara. “Pohon gaharu ini langka dan sudah ada pengakuan dari PBB kalau gaharu harus dilindungi. Dengan membudidayakan gaharu, selain melestarikannya tentu juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya. Diakui Yayan, menaman pohon gaharu tidaklah sulit karena tidak memakan tempat yang begitu luas dan bisa ditanam siapa saja. Dia pun mengajak masyarakat untuk bermitra. “Kita tawarkan dengan cara kemitraan. Bila berminat bisa membeli secara paket. Paket kristal Rp500 ribu mendapatkan 10 bibit  hingga paket diamond Rp5 juta dengan mendapatkan 175 bibit,” katanya.

Sistem bagi hasil pun, kata dia, bisa dilakukan. “Kita dengan petani menggunakan sistem bagi hasil pun bisa dilakukan. Kita akan memperoleh 35 persen, sedangkan untuk petani sebesar 65 persen, sehinga bisnis ini sangat menguntungkan,”kata Yayan yang terus menerus memberikan informasi kepada masyarakat Kalbar.  Kata dia, dalam jual beli pohon gaharu tersebut tidak boleh sembarangan. Harus ada sertifikat dan akte notaris.

“Karena ini tanaman dilindungi oleh dunia, maka harus ada sertifikat dan akte notarisnya. Alhamdulillah, sudah banyak bibit yang kita salurkan ke masyarakat. Ada yang cara membeli ada pula yang menggunakan sistem bagi hasil,” kata dia. Diakui Yayan, gaharu bisa ditanam disela-sela pohon jeruk petani. “Gaharu bisa tumpang sari. Jadi, bisa ditanam disela-sela jeruk,” kata dia. Masyarakat pun, kata Yayan, tak perlu khawatir akan pemasaran hasil panen  pohon gaharu tersebut karena setiap negara di dunia sudah pasti memerlukan gaharu sebagai alat kosmetik pewangi dan dufa bagi orang Tionghoa

Pemkab Landak Kembangkan Gaharu | Harian Equator

Pemkab Landak Kembangkan Gaharu | Harian Equator

Selasa, 03 Januari 2012

Peluang Emas Budidaya Gaharu




SAMBAS.
 Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya alam yang sangat melimpah ruah, wilayah hutan tropisnya terluas ketiga di dunia, dengan cadangan minyak, gas alam, tembaga, dan mineral lainnya. Negeri kita ini telah dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan limpahan pesona yang sangat elok. Indonesia sangat layak untuk disebut sebagai surga katulistiwa yang ribuan pulaunya membentang dari Sabang sampai Merauke.
Salah satu keanekaragaman sumber daya alam hutan yang dimiliki oleh Indonesia adalah Tanaman Gaharu. “GAHARU” adalah salah satu komuditas hasil hutan bukan kayu (HHBK) komersial yang bemilai jual tinggi. Bentuk produk gaharu merupakan hasil alami dari kawasan hutan berupa cacahan, gumpalan atau bubuk. Selain dalam bentuk bahan mentah berupa serpihan kayu, juga diproses dengan penyulingan yang dapat menghasilkan minyak atsiri gaharu yang juga bemilai jual tinggi. Cairan ekstrak ini kabarnya mencapai nilai jual lebih dari USD 30.000 atau Rp. 300.000.000,-/liter tahun 2010 namun data terbaru 2011 sudah masuk di angka Rp400.000.000,-/liter. Sementara harga I batang pohonnya bisa mencapai ribu-an dollar per kilo nya. Gaharu banyak digunakan sebagai bahan farfum, obat-obatan dan bahan dupa.
Berdasarkan data kemenhut ,Kebutuhan gaharu dunia sangat besar yakni 4 ribu ton pertahun. Quota Indonesia 300 ton/pertahun baru dapat dipenuhi 10% inipun lebih banyak didapatkan dengan cara ilegal dan ini berasal dari Gaharu alam. Temuan rekayasa produksi kayu gaharu memberi peluang yang sangat besar bagi petani di Indonesia. dan keuntungan lainnya Mempertimbangkan nilai jual Gaharu, patut diupayakan peningkatan peranan Gaharu sebagai komunitas andalan altematif untuk penyumbang devisa dari sektor kehutanan selain dad produk hasil hutan kayu.
Selain itu hasil gaharu ini merupakan komoditas Ekspor di negara-negara Asia Timur dan Timur Tengah dalam hal ini maka dengan meningkatkan produksi gaharu berarti akan dapat meningkatkan daya saing bangsa. Dampak lain adalah peningkatan kesejahteraan rakyat dan kelestarian sumber daya hutan dan lahan.
Di beberapa kabupaten khususnya di Kalimantan barat kita sudah menjalin kemitraan dengan para petani,sejak enam bulan yang lalu di pastikan sudah mencapai 30 ribu yang tertanam,kita terus membangun kemitraan dengan petani maupun investor dengan target 1 juta pohon dengan jangka waktu 3 tahun,apabila program ini berhasil di pastikan Kalimantan barat menjadi pintu gerbang gaharu di Indonesia,” ungkap Yayan yanuri manager PT.SBS(Sinergi Bumi Sentosa)area Kalbar , usai sosilisasi budidaya gaharu di tebas belum lama ini.
Ketika ditanya, Bagaimana kecocokan karakteristik tanah kalbar untuk budi daya gaharu ?Yayan mengatakan, kondisi tanah Kalbar  layak untuk tanaman gaharu,dimana pertumbuhannya cocok,ini terbukti program pemerintah Gerhan sebelumnya banyak yang di Tanami masyarakat tanpa di pupuk juga bisa hidup dengan baik, selain itu tanaman ini bisa di tumpang sarikan dengan tanaman yang lain,artinya tanah di kalbar cocok untuk di budidayakan ,”jelasnnya.kuncinya asal jangan di tanami di areal yang tergenang air 24 jam.
 Kemitraan yang di tawarkan PT.SBS Gaharu yakni dengan pembinaan yang berkelanjutan mulai  dari tanam sampai panen ,hanya peluang ini belum sepenuhnya di manfaatkan petani karena kurangnya sosialisasi sehingga boleh di katakan ,indonesia masih ketinggalan dengan negara tetangga.untuk itu kita hadir di Kalbar  memberikan solusi pembiayaan inokulasi dengan mengajak petani dengan  pola kemitraan,dengan sistem bagi hasil,dengan perincian 65 persen untuk petani 35 persen untuk pihak perusahaan .
Dimana, masyarakat hanya berkewajiban menanam dan merawat di lokasi milik petani sesuai kemampuan petani atau investor untuk memenuhi kebutuhan biaya pengadaan paket bibit yang telah di sediakan pihak perusahaan dengan garansi 3 bulan untuk kematian bibit dan diantar ketempat serta di dukung pembinaan yang intensif,selain itu penjaminan inokulasi pada usia 3 tahun dengan diameter batang 10-15 cm kemudian  tenaga sampai pembelian panen di jamin oleh pihak perusahaan.MOUnya di kuatkan denan legalitas hukum sertifikat dan aktenotaris  sehingga di anggap menguntungkan petani ,”ungkap Yayan Yanuri usai sosilisasi budidaya gaharu di Tebas,Kabupaten Sambas belum lama ini.
Analisa biaya dan keuntungan dari budidaya pohon penghasil gaharu, pada luasan tanah 1 hektar dengan jarak tanam 3 X 3 dapat di Tanami 1200 batang. Di  panen pada usia 5-6 tahun perusahaan masih menjamin harga terburuk atau gagal panen masih di hargai 2 -5 juta perpohon.nah tidak usah muluk-muluk  kalau di kalkulasikan angka terendah yakni 2 juta di kalikan 1200 batang masih 2,4 milyar asumsinya kalaupun gagal ,kemedangan,daun ranting dan abu gergaji masih di beli perusahaan.untuk itu  mitra  tidak perlu khawatir ,”jelasnnya.
Logikanya karena ini sistim bagi hasil ,yang jelas pihaknya akan bekerja fropesional,karena semakin tinggi hasil tentunya semakin besar bagi hasilnya dengan petani karena memang faksin penyuntikan yang kita gunakan bukan lagi coba-coba,” ajak Yayan meyakinkan.
Kesimpulannya ,kita investasi dari budidaya gaharu diatas areal satu hektar dengan biaya sekitar 45 jutaan bisa mendatangkan milyaran rupiah dengan jangka waktu 5-6 tahun kedepan,” ringkasnnya